Wisata Halal NTB Harus Didukung Manajemen dan SDM yang Hebat

KOLOM – Berbicara mengenai industri, tentu dalam benak kita ada bahan baku, pengolahan, dan pemasaran. Khususnya masyarakat Nusa Tenggara Barat patut bersujud syukur, karena memiliki elemen pertama yang luar biasa yaitu alam yang sangat indah mulai dari gunung, lembah, daratan dan laut.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Popong Otje Djundjunan saat sesi tanya jawab pertemuan Tim Komisi X DPR RI dengan Sekda NTB dan Kepala Dinas Pariwisata NTB terkait perkembangan wisata halal di Kantor Dinas Pariwisata NTB, Mataram, Jumat 29 Juni 2018.

“Ini belum tentu dimiliki Kota Bandung (Daerah Pemilihan Popong, RED). Kota Bandung mah laut tidak punya, kawah tidak punya, curug tidak punya, air terjun tidak punya, Kalau NTB itu segala ada,” kata Popong.

NTB sudah memiliki modal utama yaitu bahan baku. Tinggal sekarang, bagaimana manajemen dan SDM dalam pengelolaan wisata halal di NTB.

“Kalau Manajemennya sudah bagus dan SDMnya sudah hebat, pemasaran sudah tidak ragukan.
Sekali lagi orang NTB harus berbesar hati. Karena minyak bisa habis, batubara bisa habis, emas bisa habis. Tapi kalau umur destinasi ini habisnya jika dunia berakhir,“ tegas Politisi Partai Golkar ini.

Senada dengan Popong, Anggota Komisi X DPR Mustafa Kamal menyatakan kita patut bersyukur yang mendalam atas karunia yang diberikan Allah itu. “Kita harus optimalkan terus, memang untuk pertambangan saya sepakat tidak dapat diperbaharui. Itu memang sulit, dengan sendirinya akan decline. Tapi untuk pertanian dan perikanan serta perternakan harus terus maju di atas dan pariwisata terus mengikutinya,” paparnya.

Menurutnya, di NTB sangat luar biasa sekali. Karena di sini ada ketahanan pangan bahkan NTB juga memiliki perikanan dan perternakan yang bisa ekpor dan memenuhi kebutuhan dalam negerinya dapat di selesaikan dan itu pariwisata juga.

Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Tim Komisi X DPR SD. Wiryanti Sukamdani tersebut, Politisi FPKS ini mengingatkan, bahwa pertanian dan perternakan serta perikanan di NTB harus tetap nomor satu. Ia tidak setuju dengan peryataan Kadis Pariwisata NTB yang menyatakan pariwisata sudah mulai menyalip pertambangan dan pertanian, bahkan nelayan sudah mulai beralih profesi.

“Ini paradigmatik. Saya tidak setuju, saya ingin pertanian itu tetap nomor satu. Bahkan perikanan lebih nomor satu lagi. Pertenakan juga di NTB ini luar biasa, sapi termasuk kuda luar biasa. Saya berharap pertaniannya harus lebih subur, demikian juga perternakannya harus semakin canggih karena itu obyek wisata juga. Jadi kalau bisa ini semua naik dan wisatanya naik semuanya,” papar anggota dewan dapil Sumatera Selatan itu.

Ia juga memberikan apresiasi yang luar biasa bahkan mohon ijin untuk mencontek habis untuk dapilnya di Sumatera Selatan terkait wisata halal ini. “Karena Palembang Sumatera Selatan berkembang cepat dan sebetulnya mirip-mirip suasana dengan Lombok dan NTB pada umumnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga memberikan apresiasi terhadap Perda tentang Wisata Halal yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi NTB. “Perda ini sangat luar biasa, saya kira jika ini dijadikan standar secara nasional akan booming di seluruh provinsi di Indonesia. Karena di situ tidak hanya terkait dengan nilai-nilai khusus islamnya atau keagamaannya, tetapi dengan wisata itukan sebetulnya ada nilai-nilai universal yaitu kebersihan, kesantunan dan nilai-nilai universal lainnya yang baik buat semuanya, bukan kemudian persoalan agama semata,” tutupnya.

VIVA

Please follow and like us:

Add Comment