Wabah Di Distrik Okbab Papua, Fraksi Golkar Minta Jangan Saling Menyalahkan

KABAR DAERAH – Ketua Fraksi Golkar DPR Papua (DPRP) Ignasius W Mimin mengatakan, pihak terkait tidak perlu saling menyalahkan dalam kasus meninggalnya 23 balita dan dua anak akibat campak, diare, dan gizi buruk di Kampung Pedam, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin). Namun segera mengambil langkah bagaimana menangani masalah masyarakat di wilayah itu. Legislator Papua perwakilan Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan Yalimo itu mengatakan, penanganan di Pegubin harus sama seperti ketika terjadi wabah penyakit di daerah lain. “Saya minta Dinas Kesehatan Provinsi Papua segera membentuk tim. Pemkab Pegubin sudah menurunkan tim. Saya juga berterimakasih kepada Pangdam Cenderawasih karena memerintahkan jajarannya di sana membentuk tim,” kata Mimin, Senin (22/01/2018).

Menurutnya, wabah ini juga tidak boleh dipakai sebagai isu untuk menyerang pihak lain, apalagi pada tahun politik di Papua sekarang ini. Namun bagaimana semua pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat bersama menangani masalah tersebut. “Kejadian di beberapa kabupaten termasuk Pegunungan Bintang, menjadi pengalaman. Ke depan, harus dilakukan upaya pencegahan. Jangan nanti terjadi, baru kita saling menyalahkan,” ujarnya.

Ignas Mimin juga tidak sependapat ketika ada kejadian seperti ini, kemudian berbagai pihak menyalahkan pemerintah provinsi (pemprov). Katanya, meski Papua memiliki Undang-Undang Otsus, na mun selama ini pemprov dan pemkab, jalan sendiri-sendiri. “Papua ini Otsus sehingga ada kewenangan teknis mengatur mereka di kabupaten. Tapi selama ini, para kepala daerah tidak mendengarkan gubernur, dengan alasan mereka mengacu pada Undang-Undang Otonomi Daerah (Otda). Nanti ada masalah baru saling menyalahkan,” katanya. Ia juga mengingatkan pemerintah pusat, tidak selalu menyalahkan pemprov dan pemkab ketika ada kejadian seperti ini di Papua, dengan alasan dana besar sudah diberikan ke Papua. “Buktinya, ada daerah lain di Indonesia yang APBD provinsinya dua kali lebih besar nilainya dari APBD Papua, atau lima kali dari dana Otsus Papua,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Pegunungan Bintang, Jeremias Tapyor mengatakan, balita dan anak yang meninggal di wilayah itu karena mengalami dehidrasi berat akibat diare, campak, dan gizi buruk. “Dari laporan yang diterima tim kesehatan yang dikirim ke Pedam, sebanyak 25 anak dikabarkan meninggal dunia sepanjang Oktober-Desember 2017,” kata Jeremias Tapyor. Menurutnya, kini tim kesehatan yang dikirim ke Pedam sudah menyebar ke sejumlah kampung di Distrik Okbab untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada warga. “Tim kesehatan juga mengobati warga yang masih sakit, terutama bayi atau balita yang terkena campak dan gizi buruk,” ucapnya

Please follow and like us: