Produk Teri Hadakewa dari Lamalera Menjemput Peluang dari Dana Desa

KABAR DAERAH –  Desa Hadakewa, Kabupaten Lembanta, Nusa tenggara Timur (NTT) meluncurkan produk kemasan ikan teri kering tanpa pengawet. Peluncuran produk ini menjadi salah satu terobosan baru untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di desa penghasil ikan terbesar itu. Kepala Desa Hadakewa Klemens Kwaman mengkonfirmasi kebenaran terkait terobosan baru di desa yang dinahkodainya itu. “Ia desa saya sedang melakukan terobosan itu di sini, sehingga pendapatan masyarakat di sini meningkat, mereka dapat menjual ikan hasil tangkapan dengan kemasan yang menarik dan tahan lama,” papar Kades Kwaman. Lulusan Sarjana Teknik itu melanjutkan, kemasan ikan tanpa pengawet yang diluncurkan desanya itu berlabel “Teri Hadakewa” dengan beragam ukuran seperti 100 gram, 250 gram, 500 gram dan 1 kilogram. Terobosan itu menurutnya, sesuai dengan potensi unggulan di desanya itu yakni ikan. Desa Hadakewa merupakan penghasil ikan tertinggi di kabupaten Lembata dengan rata-rata produksi 10 ton ikan basah dan kering dalam jangka waktu tiap dua bulan. Terobosan yang dilakukan di Desa Hadakewa merupakan salah cara menjemput peluang dari anggaran dana desa yang dicetus oleh pemerintahan Jokowi-JK. Sebanyak 74.958 desa yang tersebar di seluruh tanah air pada tahun 2017 ini mendapat dana dari pusat sekitar 700 juta sampai 1 miliar. Desa Hadakewa sendiri mendapat Rp 777.947.277 tahun ini.

Dari dana desa inilah, Kades Kwaman bersama jajarannya membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Melalui Bumdes ini, mereka menjual produk unggulan desa yang sudah berbasis Teknologi Informasi tersebut. “Dari dana desa kami membentuk usaha ini, sehingga usaha bisa berjalan. Jadi anggaran dalam bentuk pendapatan desa semuanya masuk dalam Bumdes untuk dikelola oleh rakyat bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat. Kami tidak melibatkan pihak ketiga. Semata-mata anggaran yang ada dimanfaatkan rakyat sendiri dan dibeli Bumdes Hadakewa,” katanya. Ia menjelaskan, para konsumen yang ingin membeli ikan teri dari Desa Hadakewa harus membeli melalui Bumdes tersebut. Berkaitan dengan harga produk tersebut, dirinya mengaku belum membuat peraturannya. Dalam waktu dekat Kades Kwaman akan membuat Peraturan Desa berkaitan dengan harga produk-produk di Bumdes tersebut. Selain itu, Ia menambahkan, dari Dana Desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat, dirinya sudah membangun Jembatan Titian (Jeti) untuk tempat bongkar muat ikan sistem satu pintu dan tempat penampungan ikan (TPI) yang dilengkapi dengan cool box berukuran besar.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur mengatakan banyak desa di Kabupaten Lembata terletak di tepi pantai. Namun Hadakewa punya keistimewaan tersendiri. Keistimewaan itu adalah kebanyakan nelayan menangkap ikan teri untuk dikeringkan tanpa garam, lalu dijual ke pasar. Volume penangkapannya relatif banyak sehingga perlu diintervensi oleh pemerintah. Salah satunya, melalui program tematik, yakni menjadikan Hadakewa sebagai desa ikan teri di Lembata. “Saya minta Dinas Kelautan dan Perikanan segera membantu oven untuk pengeringan ikan teri itu. Artinya, selain melalui pengeringan alami, yakni menjemurnya saat panas matahari tapi juga bisa melalui oven,” ujarnya. Menurut Sunur, ikan teri Hadakewa itu selain dipasarkan di daerah lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), juga bisa dilempar ke pasar luar negeri, terutama Negara Timor Leste.

Inovasi dari Desa Hadakewa mendapat apresiasi dari Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur,ST. Dalam kunjungan kerja (kunker) bersama pimpinan perangkat daerah terkait di sejumlah desa-desa pesisir di wilayah Lembata, pekan lalu, meluangkan waktu mampir di desa Hadakewa, Bupati Sunur mendukung terobosan dari Desa Hadakewa tersebut. Saya melihat desa Hadakewa memiliki potensi unggulan yang menjanjikan dan pantas untuk ditetapkan sebagai desa Tematik di kabupaten Lembata. Karena desa ini memiliki peluang besar dalam berwirausahan lewat mata pencaharian masyarakat sebagai nelayan,” ujar Bupati Sunur. Terobosan baru ini, menurut Bupati Sunur, menjadi contoh bagi desa-desa lain. Memanfaatkan dana Desa secara kreatif sesuai dengan potensi unggulan di desa masing-masing. Dirinya berharap, desa-desa lain di wilayah kekuasaannya itu belajar dari Desa Hadakewa.

Please follow and like us: