Sempat Diwarnai Walk Out, Ketua HPI NTB Akhirnya Terpilih

KABAR DAERAH – DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB menggelar Musda ke III di Hotel Lombok Raya Mataram, Senin (09/07). Ratusan peserta memenuhi ruang tempat berlangsungnya Musda.

Awalnya, terdapat dua calon Ketua HPI NTB, nama tersebut yakni Dr Ainuddin dan Fahrurrozi Gofar. Namun saat hendak berlangsungnya pemilihan, Fahrurrozi Gofar dan pendukung memilih meninggalkan ruang Musda atau walk out lantaran tidak diakomodirnya kritik mereka.

“Pemilihan Ketua HPI 2018 ini Musda yang saya pikir banyak melanggar AD/ART. Cacat dalam artian banyak hal yang dilanggar. Kami tidak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pelanggaran-pelanggaran tersebut,” ujar Fahrurrozi Gofar.

Dia menduga ada banyak peserta Musda muncul namun tidak pernah kelihatan sebelumnya. Indikasi ada penumpang gelap di Musda menjadi salah satu alasan dia melakukan walk out.

“Tadi kami masih berpikir positif, ketika mengkristal menjadi dua calon akan ada verifikasi syarat menjadi calon ketua. Kedua, kami dari tim saya yang disebut Sehati itu ketika mengurus KTA dipersulit, tapi hari ini begitu banyak KTA baru yang tidak pernah kita lihat muncul,” tegasnya.

“Ketiga, saudara Ainuddin saya menghormati dia, 2010, 2014 tidak ada Musda dengan alasan dia menggunakan hak diskresi, bagaimana ini? HPI ini harus direformasi. Percuma kita di sana tidak diakomodir,” cetusnya.

Dengan walk outnya Fahrurrozi Gofar maka secara aklamasi Dr Ainuddin terpilih kembali menjadi Ketua DPD HPI NTB. Keputusan terpilihnya Ainuddin kembali disambut riuh pendukungnya. Bahkan, Ainuddin dibopong oleh pendukung yang histeris akan kemenangannya.

Ketua Panitia Musda, Yacob mengatakan dengan walk outnya Fahrurrozi maka secara otomatis dilakukan aklamasi, karena jumlah peserta di dalam ruangan lebih banyak dari pada peserta walk out, sebagai syarat dapat dilanjutkannya Musda.

“Dengan adanya walk out ini otomatis ketua yang sekarang ini terpilih, jadi yang walk out dengan jumlah (peserta) yang di dalam tidak sebanding,” pungkasnya.

Dia juga mengatakan keributan saat Musda lantaran ada beberapa peserta yang menjadi guide datang ke lokasi Musda menggunakan sandal dan celana pendek, namun guide tersebut tidak pernah terlihat sebelumnya.

Dr Ainuddin yang terpilih mengatakan akan bekerja sesuai visi-misinya ke depan. Dia memfokuskan pada perlindungan pramuwisata dari terpaan era digital yang serba instan ini.

“Insyaallah HPI ke depan akan jauh lebih maju, sesuai visi-misi saya pertama memberikan perlindungan hukum pada anggota, dan saya sudah buat naskah akademik dalam rangka perencanaan undang-undang. Karena perlindungan pada pramuwisata penting terutama di era digital,” jelasnya.

“Kita mengetahui di era digital serba instan. Sekarang semua produk diambil vendor yang namanya online. Maka tidak boleh yang namanya Go Guide. HPI akan melindungi anggota. Kami juga akan membuat kantor milik pribadi HPI,” sambungnya.

Dr Ainuddin juga berjanji akan mempersatukan kembali HPI NTB pasca Musda ini. Dia berharap tidak ada lagi anggota yang berdebat soal pemilihan ketua di media sosial. Dia menginginkan HPI NTB bersatu untuk memajukan pariwisata NTB. source

Please follow and like us:

Add Comment