Pilgub Maluku, Golkar Buru Targetkan Pasangan “SANTUN” Menang 70%

POLITIK – DPD Partai Golkar Buru optimistis pasangan calon Gubernur dan Wagub Maluku, Said Assagaff – Anderias Rentanubun dengan jargon “SANTUN” menang 70% pada Pilkada 27 Juni 2018. “Kami berdasarkan hasil survei maupun pemantauan tim relawan menunjukkan pasangan `SANTUN” saat ini memiliki peluang menang di atas 60% sehingga sisa waktu dimanfaatkan optimal agar terealisasi target 70%,” kata Ketua DPD Partai Golkar Buru, Ramly Umasugy, dikonfirmasi, Senin. Ramly yang juga Bupati Buru itu mengemukakan, kepercayaan masyarakat terhadap petahana Gubernur Maluku dan Bupati Maluku Tenggara, Anderias relatif tinggi karena melihat hasil kerja mereka selama memimpin. Said sedang menjalani cuti di luar tanggungan negara sejak 15 Februari hingga 23 Juni 2018, sedangkan Anderias Bupati Maluku Tenggara dua periode. “Masyarakat Buru menunjukkannya saat pasangan `SANTUN` kampanye pada 24 – 25 Maret 2018 dengan sejumlah kecamatan maupun desa menyatakan tekad memenangkan calon pemimpin Maluku ini dengan mutlak,” ujarnya. Apalagi, calon Gubernur Said memaparkan program strategis yang direalisasikan Kementerian PUPR dengan membangun bendungan Way Apu.

Bendungan Way Apu merupakan satu dari 11 program strategis nasional yang telah direalisasikan di Maluku sebagai realisasi dari perjuangan Said dan Wagub Maluku, Zeth Sahuburua yang dilantik pada 10 Maret 2014. Sedangkan, Said berjanji untuk mengundang Presiden, Joko Widodo mengunjungi Buru untuk kedua kalinya pada Desember 2018. “Saya akan mengundang Kepala Negara mengunjungi Buru sehingga masyarakat bisa menyampaikan apa kebutuhan maupun masalah dihadapi dalam mengembangkan usaha, terutama pertanian dengan prioritas pengembangan sawah,” katanya. Said mengemukakan, pembangunan bendungan Way Apun proses lelang dan kontrak kerjanya sudah selesai dilaksanakan pada 28 Desember 2017 rampung pada 2022. Jika pembangunannya rampung maka akan berdampak besar baik terhadap masyarakat, khususnya para petani yang mengembangkan sawah di Pulau Buru.

Selain itu, bendungan Way Apu juga akan berfungsi sebagai `float control` (kontrol mengapung) untuk mencegah meluapnya air dan menggenangi dataran Way Apu saat musim penghujan. “Saat musim hujan setiap tahun, dataran Way Apu yang dibagi empat kecamatan akan tergenang air, baik pemukiman maupun areal sawahnya, sehingga keberadaan bendungan ini dapat menjadi sarana kontrol suplai air,” tandas Said. Bendungan tersebut juga akan berfungsi sebagai penyedia air baku kepada masyarakat di dataran Way Apu karena mampu menyediakan air baku dengan volume 250 liter/detik, di samping menghasilkan energi listrik sebesar 6 Mega Watt (MW). Lahan fungsional irigasi di Pulau Buru kurang lebih 7.000 hektare, di mana jika bendungan yang dibangun dengan anggaran triliunan itu berfungsi, maka akan meningkat menjadi 10.000 sampai 15.000 hektare.

Pasangan “SANTUN” dengan nomor urut 1 diusung Partai Golkar, Partai Demokrat dan PKS masing – masing memiliki enam keterwakilan di DPRD Maluku. Pasangan mantan Komandan Korps Brimob, Irjen Pol. Murad Ismael – Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Barnabas Orno dengan jargon “BAILEO” yang berdasarkan undian menempati nomor urut 2 diusung Partai Gerindra, Partai Nasdem,Partai Hanura, PKB, PKP, PPP dan PAN dengan keterwakilan 27 dari 45 legislator Maluku. Sedangkan, pasangan calon Gubernur dan Wagub Maluku melalui jalur perseorangan, mantan Inspektur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejagung, Herman Koedoeboen – mantan Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Abdullah Vanath dengan jargon “HEBAT” berada di nomor urut 3.

Please follow and like us: