Pembangunan di Papua Harusnya Diangkat Media

Komisi I DPR RI fraksi Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan, Apa yang dilakukan Pemerintahan Jokowi di Papua mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan. Karena  masifnya pembangunan infrastruktur di Papua menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintahan Jokowi memajukan Papua. Sebagai salah contoh adalah pembangunan jalan trans papua yang menghubungkan Papua dan Papua Barat, jembatan, bandara, bendungan, dan lain sebagainya. “Memang dulu partai saya tidak mendukung Jokowi pada 2014, namun kita harus mengakui, untuk Papua sudah banyak sekali yang dilakukan Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Sampai sekarang sudah enam kali Jokowi berkunjung ke Papua dan dana yang diberikan pemerintah pusat ke Papua sangat besar” katanya, dalam acara diskusi publik yang diselenggarakan oleh Social Media for Civic Education (SMCE), dalam tajuk “Peran Media Dalam Membangun Nasionalisme dan Optimisme Papua”  dijakarta. Pada kesempatan yang sama, peneliti senior LIPI, Adriana Elisabeth menyarankan  kepada generasi muda agar lebih giat membaca dan mencari informasi terkait Papua, dengan tidak hanya membaca berita tapi juga buku dan dokumen. “Kita harus memahami sejarah Papua, tanpa itu kita tidak bisa bicara tentang Papua. Mereka di Papua adalah saudara-saudara kita, bukan orang lain, katanya

Dalam hal ini kami dari LIPI mengusulkan diadakannya dialog nasional terkait Papua, tujuannya agar kita saling memahami, tentunya kita ingin Papua selamanya dalam NKRI”, Presiden Jokowi sudah menunjuk tiga orang sebagai person in charge guna memfasilitasi dialog. “Jadi sudah ada kemajuan, tinggal ini dimaksimalkan. Ini suatu kemajuan, jadi selain pembangunan infrastruktur yang memang patut kita apresiasi, jalur dialogpun sudah ditempuh oleh Pemerintah,ujarnya Terkait peran media, Adriana Elisabeth memaparkan bahwa LIPI bersama bersama dewan pers terus berkoordinasi, rencananya pada 18 Desember 2017 kita akan ada agenda bersama.

Disamping itu Media jelas memiliki peran penting dalam membangun Papua, karena itu sekecil apapun pembangunan di Papua sudah sewajarnya diangkat oleh media. Kelebihan dan kekurangan perlu diberitakan agar menjadi perbaikan”, paparnya Adriana Sementara itu, Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi Hariqoh Wibawa Sastria dalam presentasinya mengatakan, pesan bahwa Jokowi sangat serius membangun Papua telah sampai kepada orang-orang yang menyuarakan Papua merdeka. Sehingga sudah banyak yang kembali ke NKRI, memang masih ada beberapa yang menyuarakan kemerdekaan.

Kepada mereka ini kita harus sabar dan sabar dengan terus memberikan fakta-fakta dan menunjukan niat baik yang tulus, ucapnya Lanjut, Hariqoh juga  mengatakan, mengapresiasi peran media dalam menyampaikan berbagai kerja nyata Pemerintah di Papua dan harapan masyarakat Papua. Tinggal sekarang bagaimana fakta-fakta tersebut didistribusikan lebih strategis. Disamping itu juga, Media harus diapresiasi, karena cukup berimbang, kalau ada yang bilang media hanya mengutip TNI, Polisi atau Pemerintah saya kira kurang membaca. Karena satu dan dua hal kita boleh menggeneralisasi,” Hariqo menambahkan, di era digital setiap orang adalah diplomat, jadi sekarang ini diplomat bukan saja yang kuliah jurusan Hubungan Internasional, bukan saja yang bekerja di Kemenlu RI,  bukan saja yang berdasi dan berkemeja rapi, tapi setiap pemuda adalah diplomat. “Sudah menjadi tugas setiap pemuda memperjuangkan kepentingan nasional, salah satunya dengan menyebarkan fakta-fakta pembangunan Papua lewat media sosial,” tandasnya.

Please follow and like us: