Komposisi Koalisi Partai Golkar Di Pilgub Maluku 2018

POLITIK – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku tahun 2018 mendatang hampir pasti mempertemukan dua poros koalisi partai politik, satu poros koalisi yang terdiri dari Partai Golkar, Demokrat Dan PKS yang diprediksi sudah dipastikan akan mengusung pasangan Petahana Said Assagaff-Anderias Rentanubun dan poros kedua terdiri atas PDI-P, Hanura, NasDem, PKPI, PKB, PAN Dan PPP yang dipastikan juga akan mengusung Pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno sebagai penantang petahana, praktis masih tersisa Partai Gerindra yang belum mengeluarkan rekomendasinya. Dari hitung-hitungan jumlah partai tersebut, maka sudah dipastikan pasangan Murad-Orno yang berhak di klaim sebagai pasangan yang diusung poros koalisi gemuk.

Menanggapi hal tersebut, Politisi Partai Golkar Maluku, Fuad Bachmid menganggap tidak masalah jika pasangan penantang di usung oleh koalisi gemuk dan sebaliknya mereka hanya diusung oleh 2-3 parpol, karena menurutnya ranah pilgub bukan soal gemuk tidaknya koalisi parpol, melainkan efektif tidaknya koalisi parpol parpol yang mengusung pasangan calon itu dalam melakukan kerja pemenangan “Ini bukan soal Gemuk tidaknya koalisi tersebut, ibaratnya kalau dalam tubuh terlalu gemuk tapi banyak lemak juga kan sama, ini soal efektif tidaknya parpol parpol itu dalam melakukan kerja kerja politik, jadi pokoknya mantaplah koalisi kita ini, tidak kurus tidak gemuk, tidak gizi buruk juga, malahan padat dan berisi,” ujar Fuad Bachmid, Jumat (22/12/2017)

Fungsionaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku ini pun memuji komposisi koalisinya yang dianggap sangat efektif dalam melakukan kerja kerja politik dalam setiap perhelatan Pilkada di Maluku. “Masa orang tidak tahu sepakterjang Demokrat dan PKS dalam momentum Pemilu di Maluku ini, faktanya mereka saat ini berhasil ambil masing masing Pimpinan DPRD Maluku, apalagi Golkar yang punya sebagian besar Kepala daerah yang berstatus kader maupun yang diusung di Pilkada, jadi secara matematis maka kami ini koalisinya sedikit tapi berisi,” ujarnya

Fuad pun menambahkan bahwa manajemen pengelolaan partai Koalisi dalam pentas pilkada jauh lebih efektif jika hanya diatur oleh 2-3 Partai politik besar yang punya struktur yang rapi ketimbang 5-7 koalisi partai yang tergolong belum memiliki jaringan struktur partai yang bagus “Koalisi 2-3 partai besar jauh lebih mudah untuk didistribusi dalam komposisi struktur tim pemenangan pasangan Calon, ketimbang 5-7 Partai Koalisi yang harus berebutan dalam mengisi struktur Tim, karena setiap partai pasti menginginkan porsi istimewa dalam tim, jadi kita hampir tidak ada beban dalam menyusun struktur tim hingga kerja-kerja pemenangan parpol koalisi,” kata Fuad.

Olehnya itu, Putra kelahiran Kabupaten Buru ini optimis bahwa Pasangan Said-Andre akan memenangkan pertarungan Pilgub Maluku dengan persentase tertinggi, apalagi hal itu didukung dengan hasil beberapa lembaga survei salah satunya hasil survei terbaru dari MSS yang menempatkan pasangan Said Assagaff–Anderias Rentanubun unggul sebesar 62% ketimbang pasangan Murad Ismail–Barnabas Orno yang hanya memperoleh 17,30%. “Belum masuk preseneling satu saja kita sudah diangka 60%, sedangkan yang dilapak sebelah yang sudah jauh hari lari dengan prosneling empat saja hanya berada dikisaran 17%, sisanya swing voters, jadi bagaimana kita tidak optimis menang besar jika kita akan bergerak, jadi pokoknya kita lihat saja nanti” katanya.

Please follow and like us: