Kebiri Jatah Beras, Warga Desa Sainiup Protes

Kabar Daerah – Dua warga Desa Humusu Sainiup, Kecamatan Insana Utara, Antonius Atinos Akoit dan Wilibrodus Leu, Senin (30/07/2018), menemui jurnalis NTTOnline di Manamas untuk menyampaikan kekecewaan mereka terkait kebijakan kepala desanya yg membagikan beras sejahtera (Rastra) tidak sesuai aturan dari Pemda kabupaten TTU.

Karena itu mereka meminta kepada pihak terkait untuk memberikan sanksi terhadap Ibu Desa Humusu Sainiup, Rosalia E.Us Subun.

“Kami datang mewakili 211 KK untuk menyampaikan keluhan bahwa ibu kepala desa Humusu Sainiup telah kangkangi aturan dalam pembagian Rastra tahap I dan II. Kami telah lakukan protes ke kantor desa tapi dirinya dan perangkat lainnya menganggap sebagai angin lalu saja” ujar Antonius.

Dikatakannya, beras sejahtera (rastra) pada tahap II sebanyak 6.330 kg itu seharusnya dibagi merata kepada warga 211 KK, bukan kepada 305 KK.

“Jatah rastra itu seharusnya per KK 30 kg bukan 21 kg. Ibu desa telah memotong 9 kg per KK itu katanya untuk pemerataan, padahal dalam aturan hal itu tidak boleh terjadi”, tambah Antonius.

Disoal tentang solusi yang baik dua warga perwakilan ini menimpali bahwa aturan sebenarnya sudah tegas dalam surat edaran kepada seluruh kades/lurah se-Kabupaten TTU.

“Surat penegasan dengan nomor Dinsos.460/804/01/TTU/V/2018 itu telah jelas bahwa tidak diperkenankan untuk melakukan pemotongan terhadap bantuan sosial rastra dengan alasan apapun dan tidak diperkenankan memungut biaya. Jadi ibu desa harus kerja sesuai aturan tidak tabrak tabrak saja begitu. Apabila ingin mengambil jatah alakadar maka harus kompromi dengan warga penerima bukan secara sepihak”, pungkas Antonius yang diamini Wilibrodus.

Sementara ibu kepala desa, Rosalia Us Bubun yang hendak dikonfirmasi via hp hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikontak. source

Please follow and like us:

Add Comment