Golkar Yakin “SANTUN” Paslon Gubernur Maluku Berpengalaman

POLITIK – Ketua DPD Golkar Kota Ambon Richard Louhenapessy, dalam orasi politik dihadapan para pendukung dan simpatisan paslon SANTUN, saat kampanye terbatas di Desa Amahusu Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon pada Selasa (3/4) menegaskan bahwa Maluku membutuhkan gubernur dan wakil gubernur yang berpengalaman. “Maluku butuh gubernur dan wakil gubernur yang berpengalaman, bukan yang coba-coba,”tegasnya.

Louhenapessy mengingatkan alasan dirinya mengatakan hal tersebut, dikarenakan persoalan kemiskinan yang tadinya menempatkan Maluku urutan ke-tiga, tetapi di era kepemimpinan Assagaff , berhasil diturunkan pada rangking ke-empat. “Saya sangat optimis bila paslon dengan akronim SANTUN ini memimpin Maluku lima tahun lagi kedepan, maka Maluku bisa tembus peringkat 10 secara nasional,”jelasnya. Karena tahun 2022-2023 , Maluku akan menjadi perhatian dunia, apabila Blok Masela itu beroperasi. Dimana presentase jumlah penduduk miskin sekarang untuk Maluku 19,54 persen. “SANTUN harus pimpin Maluku agar bisa tekan kemiskinan sekecil-kecilnya. Untuk itu jangan ragu jatuhkan pilihan kepada SANTUN,”ungkapnya.

Calon Gubernur Maluku Said Assagaff, dalam orasi politiknya, mengungkapkan program kerja dari SANTUN sangat nyata. Dimana visi bangun Maluku yang aman, damai, sejahtera, berkualitas dan demokrasi dijiwai semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan. “Ada tiga program kami kedepan yakni pendidikan, kesehatan dan pariwisata. Dimana tidak boleh ada anak Maluku yang tidak pintar, tidak sehat, serta Maluku ini harus difokuskan pada pariwisata,” ujarnya.

Tentang keberhasilan Maluku diera kepemimpinanya, yakni indeks demokrasi di Maluku tinggi, indeks kebahagain nomor dua, indeks kerukunan beragama nomor tiga. “Saya janji tahun 2020 indeks kerukunan beragama di Maluku akan menjadi nomor satu di Indonesia. Tahun depan akan bangun perkampungan multi etnis, multi kultur,”ucapnya. Oleh karena itu, Assagaff meminta para kandidat lain untuk menampilkan ide cemerlang dan bukan hanya caci maki dan berita hoax. Karena rakyat Maluku harus mendengar rencana jangka panjang bukan berita fitnah dan ujaran kebencian. Dalam kampanye terbatas itu, turut hadir para petinggi dari lima partai pengusung yakni PBB, Partai Demokrat, Partai Garuda, PKS, dan Partai Golkar, serta 2000 lebih rakyat di Kecamatan Nusaniwe.

Please follow and like us: