Demi Menang Pilkada, Golkar Manfaatkan Kedekatan dengan Jokowi

KOLOM – Partai Golkar menargetkan menang di sembilan daerah. Jelang masa kampanye Pilkada, seluruh partai politik tengah berbenah diri demi menarik perhatian masyarakat. Terlebih, penyelenggaraan Pilkada serentak dan Pemilu 2019 cukup berdekatan, sehimgga membuat partai politik (parpol) memiliki waktu lebih pendek dalam mempersiapkan diri. Tak terkecuali bagi Partai Golkar, sejumlah cara ditempuh partai berlambang beringin ini dengan ambisi memenangkan Pilkada dan Pemilu.

  1. Bentuk pengurus siap tempur

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkapkan kondisi ini cenderung tak biasa dalam konsestasi politik.  Hal itu membuat dirinya perlu untuk membentuk susunan kepengurusan baru berbasis teritorial untuk pemenangan. Menurutnya, perlu pengurus siap tempur untuk menghadapi pesta demokrasi ini. “Partai Golkar dalam waktu 6 bulan harus mempersiapkan sususan partai Golkar. Jadi saya buat pengurus siap tempur dari hari pertama karena bukan situasi normal DPP ini langsung kita (dihadapkan) situasi Pilkada yang langsung disusul Pilpres,” ujar Airlangga di Jalan Cipinang Cempedak, Kamis (8/2) malam.

  1. Targetkan memang di 9 daerah

Airlangga menargetkan bakal memenangkan Pilkada 2018 sebagai salah satu jembatan menuju kemenangan di 2019. “Kita memusatkan konsentrasi penuh di 9 daerah yaitu Sumut, Riau, Sumsel, Lampung, Jabar, Jatim, Bali, NTB dan Sulsel untuk menang sehingga bisa membawa bendera Golkar menuju pemenangan 2019,” kata pria yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian ini. Airlangga optimistis, Golkar bisa menang di sembilan provinsi itu. Ia telah menyampaikan kepada seluruh pengurus dan kader Golkar bahwa tugasnya cuma satu, yakni memenangkan Partai Golkar. “Di sini fraksi-fraksi ditugaskan memenangkan dapil masing-masing. Kita juga akan evaluasi masing-masing caleg atau incumbent anggota DPR agar bisa lebih baik menghadapi pesta demokrasi ini,” kata dia.

  1. Memanfaatkan kedekatannya dengan Jokowi

Selain itu, Airlangga mengatakan Golkar harus bisa memanfaatkan kedekatan dengan Presiden Joko Widodo sebagai salah satu modal besar untuk mendulang suara pada Pemilu legislatif 2019. Hal itu sebagai efek dari pemilu legislatif dan presiden diselenggarakan serentak. “Kita harus co-branding dengan Jokowi dan kita Early bird, yang pertama dukungan Pak Jokowi, kita harus manfaatkan itu, maka kita harus kapitalisasi pemenangan pemilu legislatif,” bebernya.

  1. Larang anggotanya pergi ke luar negeri

Untuk lebih fokus memenangkan rangkaian pesta demokrasi ini, Airlangga mengimbau kepada seluruh anggota partainya agar tetap berada di Indonesia. “Karena itu kader Golkar, anggota dewan kami minta untuk tidak ke luar negari. Kita konsentrasi untuk pemenangan, kecuali komisi 1 silahkan tapi juga jangan kelamaan,” pesannya. Tak hanya itu, jelang masa reses, Airlangga meminta agar masing-masing anggota DPR bisa kembali ke daerahnya untuk menjual program di daerahnya. “Tanggal 13 besok kita akan mengundang fraksi untuk rapat terkait pemenangan pemilu sebelum reses. Jadi reses kita betul-betul ke masyarakat dan menjual program kita,” tandasnya.

Published by Linda Juliawanti 

Please follow and like us: