Bappilu Golkar Wilayah Timur Kutuk Keras Penganiayaan Tokoh Agama

KOLOM – Partai Golkar menilai para pelaku yang menganiaya sejumlah tokoh agama belakangan ini, tidak layak hidup di Indonesia. Ketua bidang Pemenangan Pemilu wilayah Timur, meliputi Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Ali Muchtar Ngabalin mengatakan, partainya mengutuk keras tindakan sejumlah para pelaku kasus penganiayaan tersebut. Ali Muchtar Ngabalin mengatakan, Golkar merasa prihatin atas penganiayaan yang dialami sejumlah tokoh agama belakangan ini. “Kami mengutuk, tindakan ini sungguh sangat keji dan tidak punya perikemanusiaan. Atas tindakan dan langkah, dan upaya-upaya kelompok, atau siapa saja, agar tidak layak hidup di negeri ini,” kata Ngabalin di Jakarta, Rabu (14/2).

Anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan, partai Golkar terus memantau peristiwa yang menimpa beberapa tokoh agama. Terakhir, penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta. “Tanggal 11 kemarin terjadi serangan yang luar biasa membabi buta, konyol, tolol dan bego, di dalam Gereja Santa Lidwina di Sleman,” katanya.

Belakangan ini terjadi sejumlah aksi kriminal terhadap sejumlah tokoh agama. Pertama, persekusi terhadap Biksu Mulyanto Nurhalim dan pengikutnya di Desa Caringin, Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang, pada 7 Februari 2018 dan baru viral pada 9-10 Februari lalu. Kedua, serangan terhadap peribadatan di Gereja Santa Lidwina, Desa Trihanggo Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Minggu (11/2/2018) pagi. Seorang pelaku menggunakan samurai melukai Romo Prier dan pengikutnya.

Sebelumnya juga terjadi dua serangan brutal terhadap tokoh agama, yaitu ulama, tokoh NU, dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Cicalengka Bandung, KH Umar Basri pada 27 Januari 2018, dan ulama sekaligus Pimpinan Pusat Persis, HR Prawoto, yang dianiaya orang tak dikenal pada Kamis (1/2), hingga nyawanya tak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.

Please follow and like us: