Anindya Bakrie: “AsianGames2018, tak lengkap tanpa obor Asian Games”.

Kolom  – Anindya Bakrie: Tak lengkap bicara @AsianGames2018, tanpa bicara obor Asian Games.

Obor tersebut dibawa keliling 18 propinsi (54 kota dan kabupaten) dan menempuh jarak sekitar 18 ribu kilometer. Dengan acara Pawai Obor atau Torch Relay Asian Games, yang meriah karena dipadukan dengan acara seni dan budaya setempat.

Setelah sebulan keliling Indonesia, pada 18 Agustus, obor akan tiba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pada saat acara Pembukaan Asian Games 2018.

Api di obor ini berasal dari sumber api abadi di India. Kenapa India? Karena India adalah tuan rumah pertama Asian Games tahun 1951.

Setibanya di Indonesia, tepatnya di Yogyakarta, api dari India itu disatukan dengan api abadi yang diambil dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah. Penyatuan dilakukan di Candi Prambanan.

Setelah itu torch atau obor api Asian Games ini dibawa dengan berlari keliling Indonesia sampai finis di Jakarta.

Alhamdulillah saya beruntung menjadi salah satu pelari yang membawa obor ini. Saya membawa lari obor dari Pos 5 menerima estafet dari Samsul Anwar Harahap (mantan petinju) sampai Pos 6 dan menyerahkan estafet pada sahabat saya @anjasmara, di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sahabat saya @lukmansrd juga jadi salah satu pembawa obor. Ini pengalaman yang tak akan saya lupakan seumur hidup saya.

Api abadi ini adalah simbol semangat yang terus menyala. Bukan hanya semangat untuk pertanding dan meraih prestasi, tetapi juga semangat kebersamaan dan persahabatan.

Semoga menyalanya api Asian Games di GBK juga diikuti dengan menyalanya api semangat di dalam diri para atlet Indonesia. Semangat untuk berjuang dan berprestasi, agar Sang Merah Putih berkibar di rumah sendiri.

#AsianGames2018 #TorchRelayAsianGames2018

Please follow and like us:

Add Comment